WHAT IS WATU KELIR??
Beberapa hari yang lalu dapet tugas gegrafi budaya nih ceritanyaaa....kebetulan disuruh nyari info tentang sejarah watukelir di desa sudimoro, kecamatan sudimoro kabupaten pacitan jawa timur indonesia. karena pengen gampang langsung searching (bukan copas yaaa...aku bukan mahasiswa copas)......enter sana enter sini ternyata gak nemuuuuu...yak ampuunnn, ternyata budaya daerah tempat tinggalku belum diketahui banyak orang, padahal budaya itu sendiri sudah hamper wassalam, sedihhh,
Beberapa hari yang lalu dapet tugas gegrafi budaya nih ceritanyaaa....kebetulan disuruh nyari info tentang sejarah watukelir di desa sudimoro, kecamatan sudimoro kabupaten pacitan jawa timur indonesia. karena pengen gampang langsung searching (bukan copas yaaa...aku bukan mahasiswa copas)......enter sana enter sini ternyata gak nemuuuuu...yak ampuunnn, ternyata budaya daerah tempat tinggalku belum diketahui banyak orang, padahal budaya itu sendiri sudah hamper wassalam, sedihhh,
Di
bandingkan sama temen-temenku yang gampangnya bisa langsung dapet informasi
tentang budayanya di internet..... dari
situlah aku terinspirasi (ceiilahhh misone) untuk mencari informasi secara
langsung....dibela2in mudik, akhirnyaa.
setelah mendapat rekomendasi dari teman akhirnya aku disuruh ketemu sama tokoh desa
tetangga, namanya mbah kemis. singkat cerita setelah ketemu sama mbah kemis
langsung didongengi..hehee. seneng banget deh kalo di dongengi. informasi yang aku dapet ini orisinil banget,
masih anget2 tahi ayam *ehh, dari mbah
kemis tadi. semua aku tulis dengan dikusiku sendiri, aku sangat berharap siapa
saja yang mengkopi tulisan ini utuk tidak segan-segan disertakan juga link www.watukelirr.blogspot.com. begini kira2 ceritanya, langsung brow. Sudimoro merupakan salah satu kecamatan di bagian timur
kota pacitan, Jawa timur, yang memiliki koleksi singkapan batuan berumur tertua
di dunia dan telengkap di Asia Tenggara. Ada beberapa lokasi yang sering
dijadikan bahan lokasi penelitian baik bagi para ilmuwan, mahasiswa maupun
pelajar. Keberadaan singkapan-singkapan batuan itu tersebar merata pada wilayah
tersebut. Dibalik nilai sejarah geologinya yang tinggi, lokasi singkapan batuan
itu ternyata memiliki berbagai budaya yang tumbuh bersama dengan berjalannya
kehidupan masyarakat disekitarnya. Dari beberapa titik persebaran batuan-batuan
unik itu, terdapat salah satu lokasi singkapan batuan yang unik, oleh
masyarakat sekitarnya disebut dengan nama Watukelir. Penamaan watukelir itu
ternyata mengandung makna dan sejarah tersendiri. Watukelir berasal dari dua
kata yaitu “Watu” yang berarti batu dan “kelir” yang artinya layar pada
pergelaran wayang. Berikut ini krang lebih kepercayaan masyarakat sekitar
mengenai sejarah Watukelir. Konon,
pada jaman dahulu ada sebuah kerajaan. Kerajaan ini tidak bisa dijelaskan
secara rinci karena kerajaan ini tidak seperti kerajaan lain pada umunya, yakni
kerajaan mahluk halus. Kerajaan ini terdiri atas masyarakat mahluk halus dari
berbagai jenis. Seperti layaknya mahluk halus yang lain, merekapun banyak
melakukan aktivitas pada malam hari. Pada suatu malam jumat kliwon, bangsa
mahluk halus itu mengadakan sebuah pergelaran wayang disebuah sungai yang bernama
sungai ledongan / kali yang berada di kaki bukit. Kurang lebih begitulah, Pergelaran
wayang itu dilakukan selama satu malam. Seperti layaknya pergelaran wayang yang
dilakukan oleh manusia, merekapun menggunakan perangkat gamelan yang lengkap
untuk mengiringi jalannya pergelaran wayang itu. Dari permainan gamelan itu maka
mereka menghasilkan suara yang sangat ramai. Mereka sangat menikmati hajatan
mereka itu hingga sampai lupa waktu dan tidak menyadari bahwa malam sudah
sangat larut bahkan mendekati fajar.
Suara ayam mulai bersahutan, namun tidak dapat
didengar oleh bangsa mahluk halus itu karena begitu kerasnya suara-suara
gamelan yang mengiringi pertunjukkan tersebut. Mereka baru menyadari jika hari
sudah mulai pagi saat seorang dari mereka melihat manusia yang hendak menuju
sungai untuk mencuci gebing / singkong kering. Jelas saja mereka sangat tekejut
dan lari tunggang langgang karena tidak ingin sampai manusia mengetahui
keberadaan mereka. Mereka semua panik dan berlarian kesana kemari membawa
peralatan gamelannya. Pada saat itulah banyak peralatan gamelan yang
tertinggal. Benda-benda yang tertinggal di tepi sungai itu diantaranya kelir,
yaitu layar yang digunakan untuk pertunjukkan wayang, gong, dan kenong. Menurut
masyarakat setempat, benda-benda itu kemudian berubah menjadi batu. Di lokasi
tersebut memang saat ini terdapat sebuah batu berjenis batu sedimen yang
berukuran sangat besar dan memenjang sejauh kurang lebih 100 meter. Batu ini
berwana kuning ada juga warna hitam, dengan tinggi sekitar 2 meter yang saat
ini buat tongkrongan masarakat sekitarnya. Diatas “kelir” itu tersingkap
sekumpulan batuan beku yang berdasarkan penelitian para ahli batu itu dulunya
merupakan lava bantal, yang mengindikasikan bahwa daerah watukelir ini pada
ratusan juta tahun yang lalu adalah sebuah dasar samudera dan terdapat gunung miling.
Namun masyarakat sekitar menggambarkannya sebagai sebuah peralatan gamelan yang
tertinggal tadi yaitu kenong dan gong. Karena memang dari segi morfologi sangat
mirip. Itulah mengapa batu itu dinamakan watukelir. begitu kira2
kepercayaan masyarakat setempat...unik yaaaa : semoga bermanfaat.


2 komentar:
ihhh serem ceritanya.
bukan cuma cerita, tapi fakta, itu dulu.
Posting Komentar